Kebakaran Melanda Pasar Sungai Pakning, Sungai Pakning

Pasar Sungai Pakning Jalan Sudirman, Sungai Pakning, menjadi saksi detik-detik jelang sahur puasa Ramadan terakhir yang berubah menjadi momen tragis. Pada Kamis (19/3/2026), masyarakat di Pasar Sungai Pakning dikejutkan dengan teriakan kebakaran ketika tengah menikmati makan sahur. Mereka berhamburan keluar rumah, ada yang hanya ingin melihat namun ada juga yang panik dan segera menyelamatkan harta benda mereka asal api tak jauh dari tempat tinggalnya.

Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan setidaknya 11 rumah toko (ruko) menjadi puing-puing dalam waktu singkat. Diduga api berasal dari korsleting listrik yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di ruko kayu milik Ibu Kartini yang biasa digunakan untuk berjualan lotek.

Deretan bangunan yang terbakar membentang dari sisi kanan Masjid Raya Al Amin hingga sebelum Mushalla Muhammadiyah. Dua rumah ibadah tersebut nyaris ikut terbakar namun selamat dari amukan api karena berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.

Salah seorang pemilik ruko yang terbakar tak kuasa menahan air mata saat melihat bangunan tokonya rata dengan tanah. Ia baru saja menambah stok barang untuk persiapan lebaran dan menyatakan, “Baru dua hari lalu saya belanja baju lebaran untuk dijual. Sekarang semua hangus. Saya enggak tahu mau mulai dari mana lagi.”

Pemilik warung sembako yang juga terbakar, Apau, mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Ia mengungkapkan, “Tidak hanya ruko, isi rumah saya di belakang toko juga tidak sempat diselamatkan. Listrik mati, air mati, kami cuma bisa lihat api membesar.”

Tim Fire Fighting PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning menjadi pemadam utama dalam kejadian tersebut, dibantu oleh UPT Damkar Bukit Batu, dan UPT Damkar Siak Kecil. Bersama warga, mereka berusaha menjinakkan api yang menjalar dengan cepat karena material bangunan yang mayoritas dari kayu dan angin kencang.

Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani Akbar mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna penyelidikan lebih lanjut. Ia menyebut bahwa api pertama kali diketahui oleh Aipda Rio Maradona yang sedang berada di lokasi dan berusaha memadamkan api sebelum tim tiba.

Lurah Sungai Pakning, Farid, turut prihatin atas musibah yang menimpa warganya menjelang Idul Fitri. Ia mengimbau warga agar selalu berhati-hati dalam penggunaan alat elektronik yang berpotensi terjadi korsleting listrik. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Puluhan kepala keluarga harus kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.