Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat dalam upaya memerangi pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Sidang Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin (20/09).

“Pandemi ini tidak mengenal wilayah, tidak mengenal negara kaya atau miskin, tidak mengenal negara maju atau berkembang. Untuk itu, kerja sama internasional sangat penting dalam menghadapi pandemi ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menekankan pentingnya percepatan vaksinasi di seluruh dunia untuk menekan penyebaran virus corona. Menurutnya, vaksinasi adalah kunci utama dalam mengakhiri pandemi Covid-19.

“Kami mendesak negara-negara untuk meningkatkan akses vaksin, termasuk transfer teknologi dan peningkatan produksi vaksin di negara-negara berkembang,” tambahnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi global. Menurutnya, pemulihan ekonomi harus berjalan bersamaan dengan penanganan pandemi Covid-19.

“Kami siap berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi global melalui kerja sama yang erat dengan negara-negara sahabat,” tegas Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya upaya mitigasi perubahan iklim dalam membangun ketahanan global. Menurutnya, perubahan iklim juga merupakan ancaman serius yang perlu ditangani secara bersama-sama oleh seluruh negara.

“Perubahan iklim tidak bisa diatasi oleh satu negara saja, tapi memerlukan kerja sama global yang solid,” ujar Presiden.

Presiden juga menyinggung masalah ketimpangan vaksin antara negara kaya dan negara miskin. Menurutnya, ketimpangan vaksin tidak hanya tidak adil, tapi juga bisa memperpanjang pandemi.

“Kita harus berjuang bersama untuk menyelesaikan ketimpangan vaksin antara negara kaya dan negara miskin. Solidaritas global sangat diperlukan dalam hal ini,” pungkasnya.