Dentuman meriam buluh menggema di Kota Siak Sri Indrapura menandai dimulainya Lomba Letup Meriam Buluh 2026 yang digelar Dewan Kesenian Siak (DKS) di Pasar Seni Siak, Sabtu malam (15/3/2026). Tradisi ini merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat Melayu Siak untuk merayakan malam-malam Ramadan, khususnya menjelang Idul Fitri.

Lomba Letup Meriam Buluh ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang menganggap bahwa tradisi ini merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Siak. Menurutnya, keberadaan tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa Siak memiliki kebudayaan yang patut dilestarikan.

Syamsurizal juga mendorong agar tradisi lain seperti lampu colok dan kegiatan seni budaya terus dikembangkan dan didokumentasikan untuk dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Hal ini diharapkan dapat memperkaya kehidupan budaya masyarakat Siak.

Ketua Pelaksana DKS, Tengku Zulkarnain, mengungkapkan bahwa lomba tahun ini diikuti oleh 56 peserta dan telah berlangsung selama dua hari, yakni 14–15 Maret 2026. Lomba melibatkan penyisihan pada hari pertama dan semifinal serta final pada hari kedua hingga tersisa 10 peserta terbaik yang akan bersaing memperebutkan gelar juara.

Dewan juri lomba, Susanto, menjelaskan bahwa penilaian lomba fokus pada keaslian bahan meriam buluh dan kualitas suara letupan yang dihasilkan. Meriam yang digunakan harus terbuat dari buluh alami tanpa karbit, dan penilaian dilakukan berdasarkan kekuatan serta tinggi suara letupan dari setiap peserta.

Para pemenang Lomba Letup Meriam Buluh 2026 akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan trofi, dengan Juara I meraih Rp1.250.000, Juara II Rp1.000.000, Juara III Rp750.000, serta hadiah untuk posisi harapan hingga 10 besar. Dukungan untuk kegiatan ini datang dari PT Riau Petroleum dan PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang memberikan hadiah uang pembinaan serta mendukung semarak lampu colok.

Tradisi meriam buluh dan lampu colok menjadi simbol kekayaan budaya Siak serta menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan masyarakat selama bulan Ramadan. Dengan adanya Lomba Letup Meriam Buluh 2026, diharapkan tradisi ini akan terus dilestarikan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perayaan malam-malam Ramadan di Siak.