Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 49 kejadian kebakaran lahan sejak awal tahun ini. Total luas lahan yang terbakar selama hampir tiga bulan terakhir diperkirakan mencapai 29,9 hektare (Ha). Kejadian ini dipicu oleh cuaca panas yang melanda wilayah Kota Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pekanbaru, Iwa Gemino, menyatakan bahwa kondisi saat ini terpantau kondusif karena adanya hujan. Meskipun demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan terhadap potensi kebakaran lahan di wilayah tersebut. Tim BPBD telah melakukan berbagai upaya pemadaman di sejumlah lokasi selama hampir tiga bulan terakhir.

Sebanyak 31 kejadian kebakaran lahan terjadi selama bulan Maret. Hal ini menunjukkan peningkatan kejadian kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

Iwa juga mengungkapkan bahwa BPBD terus meningkatkan pengawasan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan. Tujuannya adalah untuk menjaga lingkungan dan kualitas udara di Kota Pekanbaru. Meski demikian, BPBD memastikan bahwa kondisi kebakaran lahan saat ini terkendali.

Curah hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Pekanbaru pada akhir pekan telah membantu tim BPBD dalam meredam api yang sempat melahap lahan di beberapa lokasi. Selama dua hari terakhir, tim BPBD terus berjibaku melakukan pemadaman di tujuh titik kebakaran lahan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan agar kebakaran lahan tidak merembet dan semakin meluas.