Manajemen Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru telah resmi mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah mulai Jumat (13/3/2026). Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran arus mudik serta mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang di gerbang udara Riau tersebut. Posko yang terletak di area selasar bandara ini direncanakan beroperasi selama 18 hari, yakni hingga 30 Maret 2026. Keberadaan posko tersebut menjadi pusat komando dan koordinasi bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia.
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Achmad, menjelaskan bahwa posko terpadu berfungsi untuk mengawasi seluruh aspek operasional secara real-time. Fokus utama pemantauan meliputi standar keselamatan, keamanan penerbangan, hingga kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa. “Pengoperasian posko ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas penumpang dan frekuensi penerbangan. Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik melalui bandara ini mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Achmad.
Selain kesiapan personel, pihak pengelola juga telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap infrastruktur bandara, baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside). Upaya ini didukung penuh oleh sinergi lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, AirNav, BMKG, Balai Kekarantinaan Kesehatan, serta pihak maskapai penerbangan. Melalui koordinasi yang terpusat di posko ini, setiap potensi kendala operasional diharapkan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat.
Bandara Sultan Syarif Kasim II berkomitmen memberikan layanan optimal demi mewujudkan tradisi mudik yang berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut Achmad, “Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik melalui bandara ini mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.” Posko ini menjadi pusat komando dan koordinasi bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia.
Dalam upaya menjaga kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran, pihak bandara telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri, Basarnas, AirNav, BMKG, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap potensi kendala operasional dapat terdeteksi dan ditangani dengan cepat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Bandara Sultan Syarif Kasim II berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang mudik melalui bandara tersebut.