Pemprov Riau Menyoroti Rendahnya Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor

Pemerintah Provinsi Riau mencatat adanya ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah setiap tahun dengan rendahnya penerimaan pajak kendaraan. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan hal ini pada Kamis (5/3/2026).

Menurut SF Hariyanto, analisis grafik penerimaan pajak kendaraan menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan daerah tidak sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan yang beredar di wilayah Riau. Hal ini menjadi perhatian serius karena ratusan ribu kendaraan baru tercatat masuk setiap tahun.

Plt Gubernur menyatakan bahwa kondisi ini menandakan adanya masalah yang perlu segera diidentifikasi. Salah satu dugaan adalah terdapat kesalahan atau celah dalam aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan pajak kendaraan.

SF Hariyanto juga mengungkapkan bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pernah merekomendasikan perbaikan sistem aplikasi yang digunakan. Potensi manipulasi data kendaraan melalui sistem aplikasi dapat mengakibatkan potensi kebocoran penerimaan daerah.

Dalam upaya menindaklanjuti temuan tersebut, Plt Gubernur berencana menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memaparkan data dan simulasi terkait potensi kebocoran penerimaan pajak kendaraan.

Pemprov Riau menegaskan komitmennya dalam membongkar persoalan tersebut secara terbuka demi memperbaiki tata kelola keuangan daerah. SF Hariyanto juga menekankan pentingnya transparansi dalam mengelola potensi pendapatan yang besar di Provinsi Riau.