Pada hari Rabu, 10 Februari 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter telah terjadi di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 02.18 WITA dan telah menimbulkan kerusakan yang cukup parah di sejumlah bangunan di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang terjadi di darat. “Gempa ini terjadi cukup dekat dengan permukaan, sehingga kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan,” ujar Daryono.

Menurut data sementara yang diperoleh dari BMKG, gempa ini telah menyebabkan sedikitnya 34 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Tim SAR dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban di lokasi bencana.

Sementara itu, Wali Kota Mamuju, Jamaluddin, menyampaikan bahwa kondisi di wilayah tersebut sangat genting dan membutuhkan bantuan segera. “Kami membutuhkan bantuan evakuasi dan bantuan medis untuk korban yang terluka,” ujar Jamaluddin.

Pemerintah daerah setempat telah menyiagakan posko darurat dan mengerahkan tim SAR untuk membantu evakuasi korban. Banyak warga yang mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah gempa bumi tersebut terjadi.

Presiden Joko Widodo juga telah memberikan instruksi kepada seluruh instansi terkait untuk memberikan bantuan dan melakukan langkah-langkah penanganan darurat di wilayah yang terdampak gempa. “Kita harus bersatu dan saling bahu-membahu untuk membantu korban dan memulihkan kondisi di Mamuju,” ujar Presiden.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh tim SAR dan relawan. BMKG juga terus memantau aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.