Pemerintah Kabupaten Siak telah mengambil langkah efisiensi anggaran dengan melakukan blokir belanja non-prioritas dan menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai bulan April 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran APBD 2026 dan memperkuat struktur fiskal daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, menjelaskan bahwa blokir anggaran ini ditujukan untuk mengurangi belanja yang tidak mendesak, seperti kegiatan seremonial, perjalanan dinas, rapat, jasa konsultan, dan pengadaan kendaraan dinas. Belanja wajib seperti gaji pegawai, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, dan perbaikan jalan tetap berjalan normal.
Pola kerja WFA diterapkan dengan mengurangi hari kerja fisik ASN menjadi 4 hari seminggu, kecuali untuk sektor pelayanan publik yang harus hadir penuh waktu seperti RSUD, Puskesmas, Damkar, Satpol PP, dan unit teknis jalan. Absensi WFA dilakukan secara elektronik, dan perangkat listrik kantor wajib dimatikan saat tidak digunakan.
Pemkab Siak menegaskan bahwa ada sanksi tegas bagi perangkat daerah yang melanggar blokir anggaran, dimana tagihan yang dibelanjakan di luar ketentuan akan menjadi tanggung jawab pribadi pejabat terkait.
Mahadar menekankan bahwa langkah efisiensi ini diharapkan dapat memastikan pembangunan prioritas masyarakat tetap berjalan lancar, meskipun menghadapi tantangan ekonomi global. Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran APBD dan memperkuat struktur fiskal daerah.