Sebanyak 15 anggota DPRD Solok Selatan melakukan study banding (stuband) ke DPRD Riau. Kunjungan ini dilakukan untuk mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengingat kedua daerah tersebut didominasi oleh perkebunan sawit.
Ketua tim DPRD Solsel, H. Musliwal DPRD Solok Selatan menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk konsultasi terkait potensi pendapatan dari perkebunan sawit, yang merupakan sumber PAD di daerah mereka. Mereka ingin mengejar PAD yang dapat diperoleh dari perusahaan perkebunan sawit.
Musliwal menambahkan bahwa mereka pertama kali mendapat informasi mengenai PAD dari Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau, di mana perusahaan menggunakan BBM non-subsidi dan pajaknya mencapai 10 persen. Di Solsel, pajak yang dikenakan hanya sebesar 5 persen.
Lebih lanjut, Musliwal menyatakan bahwa Riau memiliki banyak provinsi sementara Sumatera Barat memiliki provinsi yang lebih sedikit. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa penerimaan dari Tenaga Ahli (TA) Komisi II DPRD Riau sangat membantu karena mereka lebih mengerti berbagai hal terkait peraturan dan kebijakan.
Meskipun hanya diterima oleh TA Komisi II, Musliwal mengaku tidak kecewa karena pertanyaan mereka terjawab dengan logika yang mereka terima. Mereka merasa puas dengan informasi yang diterima selama kunjungan tersebut.
Musliwal juga menyoroti kelemahan di Riau terkait jumlah aparatur pemerintahan yang terlalu banyak, sehingga pembangunan menjadi kurang optimal. Namun, ia menyadari bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pemerintahan daerah.
Dalam kesimpulannya, Musliwal menyatakan bahwa mereka akan meniru hal-hal baik yang ditemui selama kunjungan di Riau untuk diterapkan di daerah mereka. Mereka berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan PAD dan pembangunan di Solok Selatan.