Pekanbaru, RiauIN.com – Walikota Pekanbaru Agung Nugroho kembali memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha di wilayahnya agar menaati ketentuan jam operasional selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Penegasan ini disampaikan menyusul masih adanya laporan mengenai tempat usaha yang melanggar aturan meskipun Surat Edaran (SE) telah diterbitkan.

Hingga memasuki pertengahan Ramadan, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat masih ada sejumlah tempat usaha yang tidak mengindahkan kebijakan tersebut. Agung Nugroho mengungkapkan, meski secara umum implementasi SE berjalan lancar, laporan mengenai pelaku usaha yang “membandel” masih terus masuk ke meja pemerintah.

“Ada beberapa yang masih membuka tempat biliar pada malam hari, misalnya. Padahal ketentuannya sudah jelas,” ujar Agung, Senin (9/3/2026).

Menanggapi adanya temuan tersebut, Wali Kota memastikan akan mengambil langkah hukum sesuai regulasi yang berlaku. Ia telah menginstruksikan Satpol PP Kota Pekanbaru untuk menyisir titik-titik lokasi yang dilaporkan dan segera menghentikan aktivitas operasional di tempat tersebut.

Agung menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi administratif hingga penutupan tempat usaha jika edukasi dan peringatan awal tidak diindahkan oleh pemilik usaha.

“Jika nanti ditemukan (pelanggaran lagi), tentu akan kita tutup. Ada sanksi tegas yang menanti,” kata Agung.

Kebijakan mengenai jam operasional ini tertuang dalam SE Nomor B.100.3.4.3/DPMPTSP/125/2026 tentang Pedoman Aktivitas Masyarakat Selama Ramadan 1447 H. Surat yang ditandatangani oleh Agung Nugroho SE MM pada 17 Februari 2026 tersebut bertujuan untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan memupuk toleransi di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan aturan tersebut, terdapat beberapa poin utama yang harus dipatuhi: Tempat Hiburan Umum, Usaha Kuliner, serta Layanan di Tempat. Pemerintah Kota Pekanbaru berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pimpinan instansi hingga pengusaha, dapat bekerja sama menciptakan suasana kota yang kondusif selama bulan suci ini. (Rilis)