Sebanyak 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Pekanbaru telah menjalin kemitraan resmi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri yang tidak mencukupi untuk menampung seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) di kota tersebut.
Menurut Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, sekolah swasta mitra akan menjadi opsi resmi dalam skema SPMB tahun ini. “Untuk saat ini tercatat sekitar 21 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan. Jumlah ini masih bisa bertambah jelang bergulirnya SPMB,” ujarnya.
Data tahun 2025 menunjukkan bahwa daya tampung SMP negeri di Pekanbaru hanya mencapai 9.792 siswa, sementara jumlah lulusan SD pada tahun yang sama mencapai 17.883 siswa. Selisih yang cukup besar ini mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk kembali membuka kerja sama dengan sekolah swasta guna memastikan seluruh lulusan SD tetap mendapatkan akses pendidikan.
Melalui skema kemitraan ini, sekolah swasta yang bergabung akan menjadi bagian dari sistem penerimaan resmi dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah kota. Markarius menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mencegah adanya calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Pembahasan teknis kerja sama tersebut telah dilakukan dalam Rapat Koordinasi Petunjuk Teknis SPMB 2026, dan simulasi tahap awal penerapan skema ini sudah disiapkan. “Jangan sampai ada anak yang tidak mendapatkan sekolah. Semua harus terakomodir,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, terdapat sejumlah jalur pendaftaran yang dapat dipilih calon peserta didik, antara lain jalur domisili, jalur prestasi, dan jalur afirmasi. Pemerintah Kota Pekanbaru pun masih membuka peluang bagi SMP swasta lainnya untuk bergabung dalam skema kemitraan ini, demi memperluas akses dan pemerataan pendidikan di Kota Bertuah.