Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau setara 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa angka tersebut didasarkan pada hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. “Prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60 persen penduduk,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2).

Berdasarkan hasil survei, pergerakan terbesar diprediksi berasal dari Jawa Barat dengan 30,97 juta orang, diikuti oleh Jakarta sebanyak 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Dari sisi tujuan perjalanan, arus terbesar diperkirakan mengarah ke Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Pada tingkat kabupaten/kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Khusus wilayah Jabodetabek, pergerakan terbesar diperkirakan berasal dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, dengan tujuan favorit menuju Jawa Tengah.

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Dudy. Kemenhub juga mencatat bahwa moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi dengan 76,24 juta orang, diikuti oleh sepeda motor sebanyak 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang.

Untuk jalur perjalanan, pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol sebanyak 50,63 juta orang, sementara pengguna sepeda motor lebih banyak melalui jalur alternatif non-utama, yakni 8,65 juta orang. Prediksi ini menjadi acuan bagi Kemenhub dalam menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.