Polisi Evakuasi Pengemudi Sakit Ginjal dari Mobil Pikap ke Mobil Patroli

Pekanbaru – Suasana sunyi di ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) pada Selasa dini hari, 24 Februari 2025, mendadak berubah menjadi aksi penyelamatan yang mengharukan. Sebuah drama terjadi ketika petugas kepolisian yang awalnya hendak menindak pelanggar lalu lintas, justru berakhir menjadi malaikat penolong bagi seorang pengemudi yang tengah bertaruh nyawa di balik kemudi.

Kejadian bermula sekitar pukul 00.45 WIB, saat personel PJR Ditlantas Polda Riau melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan jalur bebas hambatan tersebut. Mata petugas kemudian tertuju pada satu unit mobil pikap yang melaju kencang di atas batas kecepatan normal. Kecurigaan semakin menguat karena kendaraan tersebut sama sekali tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) alias plat nomor.

Merasa ada yang tidak beres, petugas segera membuntuti kendaraan tersebut sambil memberikan peringatan melalui pengeras suara mobil patroli. “Mobil pikap tolong berhenti,” tegas salah satu petugas, menginstruksikan pengemudi untuk segera menepi ke bahu jalan. Saat itu, petugas menduga ada indikasi pelanggaran lalu lintas berat di balik identitas kendaraan yang misterius tersebut. Namun, prasangka petugas seketika luruh saat pintu mobil pikap itu terbuka.

Alangkah terkejutnya personel PJR saat menemukan seorang pria paruh baya di balik kemudi yang tampak sangat lemas dan pucat pasi. Bukannya pelaku kejahatan, mereka justru berhadapan dengan seorang pasien gagal ginjal yang masih dalam kondisi terpasang selang kateter di tubuhnya. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, diketahui bahwa pria tersebut nekat mengemudikan kendaraannya seorang diri dari kediamannya di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Kondisi fisiknya yang sedang menurun drastis membuatnya kehilangan fokus dalam berkendara, hingga mengabaikan kelengkapan kendaraan dan batas kecepatan demi bisa sampai ke fasilitas kesehatan. Menghadapi situasi darurat medis ini, anggota PJR Ditlantas Polda Riau segera mengambil langkah humanis yang melampaui tugas administratif mereka. Prosedur penilangan terhadap kendaraan tanpa plat tersebut dikesampingkan demi mengutamakan keselamatan jiwa sang pengemudi. Bagi mereka, nyawa warga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda dengan urusan surat-menyurat.

“Dibantu dek, dipapah bapak itu,” ujar salah satu polisi senior memberikan instruksi sigap kepada juniornya dengan nada penuh empati. Tanpa membuang waktu, petugas segera memindahkan pria tersebut dari mobil pikap ke dalam mobil patroli PJR agar bisa dievakuasi dengan lebih cepat dan aman menuju pusat kota. Perjalanan darurat itu berakhir di Rumah Sakit Safira, Pekanbaru, di mana pasien langsung mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

Aksi heroik para polisi di tengah kegelapan malam Tol Permai ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang tegas, terdapat hati nurani yang siap mendahulukan kemanusiaan di atas segalanya.