Perekonomian Provinsi Riau menunjukkan kinerja solid hingga akhir Januari 2026 di tengah ketidakpastian global. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau, Heni Kartikawati, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan IV 2025 meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, pertumbuhan perekonomian Riau sampai Triwulan IV 2025 tetap positif sebesar 4,94 persen. Hal ini disampaikan oleh Heni Kartikawati pada Rabu (25/2/2026).
Struktur perekonomian Riau masih didominasi oleh sektor Industri Pengolahan, Pertanian, dan Pertambangan. Dari sisi pengeluaran, PDRB Riau didominasi oleh Konsumsi Rumah Tangga, Ekspor Luar Negeri, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Meskipun terjadi sedikit perlambatan, pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan IV 2025 lebih baik daripada periode sebelumnya. Heni menyatakan bahwa pertumbuhan Riau masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan nasional.
Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan I 2026 akan tetap terjaga di kisaran 4,7 persen hingga 5,2 persen. Hal ini didukung oleh harga CPO yang relatif tinggi dan pulihnya kondisi di provinsi tetangga pasca bencana.
Sementara itu, sektor pertambangan mengalami penurunan akibat tren produksi migas dan batubara yang menurun. Meskipun demikian, harga CPO yang tinggi dan permintaan internasional yang kuat mendorong ekspor Riau.
Pada Januari 2026, Riau mengalami deflasi sebesar -0,45 persen, terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Hal ini turut dipengaruhi oleh pulihnya pasokan bahan pangan dari Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana hidrologis.
Heni menegaskan bahwa perekonomian Riau tetap menunjukkan daya tahan yang baik, meski masih menghadapi tantangan struktural dan dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.