Laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia pada bulan Mei 2021 mencapai 7,07 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 7,07 persen.

Menanggapi data tersebut, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah orang yang bekerja. “Meskipun kondisi pandemi masih berlangsung, ada peningkatan jumlah orang yang bekerja di sektor informal,” ujar Suhariyanto dalam keterangan resminya.

Data BPS juga menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja pada bulan Mei 2021 mencapai 68,6 persen, naik 0,1 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat untuk mencari pekerjaan.

Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka pada bulan Mei 2021 sebesar 4,74 juta orang, turun sekitar 190 ribu orang dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesempatan kerja meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Suhariyanto, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja pada bulan Mei 2021 adalah sektor pertanian, kemudian diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran. “Kami terus melakukan monitoring terhadap perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia agar dapat memberikan data yang akurat,” tambahnya.

Meskipun terjadi penurunan tingkat pengangguran, BPS tetap mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan. “Kami berharap situasi pandemi dapat segera teratasi sehingga perekonomian Indonesia dapat pulih secara keseluruhan,” tutup Suhariyanto.