Perum BULOG Kantor Cabang (KC) Kampar bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kampar melakukan inspeksi mendadak di Pasar Inpres Bangkinang, Selasa (24/2/2026), untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditi pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Pemimpin Perum BULOG KC Kampar, Dani Permana, menjelaskan bahwa stok yang dikuasai saat ini dalam kondisi aman, dengan beras sebanyak 1.200 ton dan minyak goreng 72.000 liter. Distribusi dilakukan secara masif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode HBKN.
Menurut Dani Permana, Perum BULOG bersama pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan instansi terkait mengintensifkan pengawasan untuk mencegah spekulasi harga dan penimbunan barang. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif. Perum BULOG menegaskan akan terus melakukan monitoring hingga pasca-Lebaran untuk memastikan harga dan pasokan tetap stabil.
Langkah proaktif ini menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya kerjasama antara Perum BULOG dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kampar, diharapkan ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditi pokok dapat terjaga dengan baik menjelang perayaan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.
Inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Inpres Bangkinang ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga komoditi pokok selama bulan suci Ramadhan. Dani Permana menekankan pentingnya kerjasama antar lembaga terkait dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran.
Dengan adanya stok beras sebanyak 1.200 ton dan minyak goreng 72.000 liter yang aman, Perum BULOG dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kampar optimis dapat menghadapi lonjakan permintaan selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri. Monitoring yang dilakukan secara intensif diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat terkait ketersediaan pangan selama periode tersebut. Selain itu, langkah-langkah preventif yang diambil juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah terjadinya kelangkaan pangan di pasaran.