Penduduk Kota Bandung dikejutkan dengan adanya penemuan seekor buaya di sungai yang melintasi kawasan pemukiman padat penduduk. “Kami sangat terkejut melihat buaya itu berenang di sungai dekat pemukiman kami. Sangat berbahaya bagi warga sekitar,” ujar Budi, salah seorang warga setempat, saat ditemui di lokasi kejadian pada hari Selasa (12/10).
Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, penemuan buaya tersebut terjadi pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Buaya itu ditemukan oleh seorang warga yang sedang membersihkan sungai. “Kami langsung melakukan evakuasi buaya tersebut untuk menghindari bahaya bagi warga sekitar,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Siti, saat dihubungi melalui telepon pada hari Rabu (13/10).
Buaya yang ditemukan tersebut merupakan buaya muara berukuran sekitar dua meter. Selain itu, buaya tersebut juga terlihat dalam kondisi yang lemah dan kelaparan. “Kami menduga buaya ini berasal dari sungai yang mengalir dari hutan di sekitar kota. Kemungkinan terdampar akibat banjir atau masuk ke sungai akibat aktivitas manusia,” jelas Siti.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung pun segera melakukan penelitian lebih lanjut terkait asal-usul buaya tersebut. Mereka juga mengimbau kepada warga sekitar untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan binatang buas di sekitar pemukiman. “Kami akan menindaklanjuti temuan ini untuk menjaga keamanan warga,” tambah Siti.
Sementara itu, Tim Rescue Satuan Penanggulangan Bencana Kota Bandung juga turut serta dalam proses evakuasi buaya tersebut. Mereka berhasil menangkap buaya tersebut dengan menggunakan peralatan yang sesuai. “Buaya tersebut kini sedang dalam perawatan petugas agar dapat dilepaskan kembali ke habitatnya yang aman,” ujar Kepala Tim Rescue, Andi.
Warga sekitar pun merasa lega setelah buaya berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan kejadian yang merugikan. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami berterima kasih kepada pihak terkait yang sigap menangani kejadian ini dengan cepat dan baik,” ujar Budi.