Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Rumbai berlangsung dinamis pada Senin (23/2/2026). Sejumlah aspirasi warga terutama terkait persoalan infrastruktur jalan, drainase, dan penanganan banjir.
Camat Rumbai Abdul Rahman mengakui masih terdapat sebagian warga yang pesimis terhadap pelaksanaan Musrenbang. Hal ini dipengaruhi pengalaman sebelumnya, ketika sejumlah usulan pembangunan yang diajukan belum terealisasi.
Pelaksanaan Musrenbang tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Program yang telah masuk dalam rencana strategis kepala daerah akan direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Salah satu usulan prioritas yang kembali mengemuka ialah pembangunan Jalan Pesisir yang kerap tertunda. Keterbatasan ruang fiskal dan anggaran menjadi salah satu faktor penyebab belum terealisasinya pembangunan.
Dari total panjang jalan, masih terdapat sekitar 1,5 kilometer yang belum disemenisasi maupun diaspal. Berdasarkan laporan lurah setempat, ruas jalan tersebut telah beberapa kali memakan korban akibat kondisi permukaan yang rusak dan licin.
Jalan Padat Karya mampu memangkas jarak dan waktu tempuh warga jika difungsikan secara optimal. Saat ini, warga terpaksa memutar melalui Jalan Siak II atau Jalan Yos Sudarso untuk mencapai kawasan tertentu, termasuk menuju area pemakaman Tionghoa.
Isu penanganan stunting juga dibahas dalam Musrenbang tersebut. Angka stunting di Kecamatan Rumbai menunjukkan tren penurunan yang didukung bantuan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp45 juta untuk program intervensi gizi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan bahwa sebagian besar aspirasi warga masih berkutat pada persoalan banjir dan jalan rusak, sesuai dengan prioritas pemko.
Hampir setiap kelurahan masih menghadapi persoalan serupa terkait infrastruktur dan banjir. Komitmen untuk menjadikan hasil Musrenbang sebagai dasar penyusunan program prioritas agar aspirasi warga terwujud dalam pembangunan yang nyata dan berkelanjutan tetap terjaga.