Beberapa organisasi wartawan menyampaikan sikap kecewa terhadap Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar beserta jajarannya. Kecamatan tersebut terjadi akibat kegiatan buka puasa bersama yang diadakan bersama salah satu organisasi wartawan pada Sabtu (21/2/2026) kemarin.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut diselenggarakan di salah satu rumah makan di Bengkalis. Namun, ketika wartawan tiba di lokasi, mereka dikejutkan dengan kehadiran sejumlah anggota polisi yang diduga telah memantau kegiatan tersebut sejak awal.
Menurut salah seorang wartawan yang turut hadir dalam acara tersebut, kehadiran polisi di acara buka puasa bersama tersebut membuat suasana menjadi tegang. Para wartawan merasa terganggu dengan kehadiran polisi yang dianggap mengintimidasi.
AKBP Fahrian Saleh Siregar mengklaim bahwa kehadiran anggota polisi dalam acara tersebut merupakan bentuk pengamanan. Namun, hal ini menuai kritik dari sejumlah wartawan yang menilai tindakan tersebut sebagai tindakan yang tidak tepat dan mengganggu kebebasan pers.
Menyikapi hal ini, beberapa organisasi wartawan menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan Kapolres Bengkalis beserta jajarannya. Mereka menilai bahwa kehadiran polisi dalam acara buka puasa bersama tersebut tidak sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dalam hubungan antara wartawan dan aparat penegak hukum.
Beberapa wartawan juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers dan memberikan ruang bagi wartawan untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya tanpa adanya intimidasi atau tekanan dari pihak manapun. Mereka berharap agar kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum dalam berinteraksi dengan wartawan.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kapolres Bengkalis terkait kekecewaan yang disampaikan oleh beberapa organisasi wartawan. Namun, hal ini menjadi sorotan dan perbincangan hangat di kalangan wartawan dan masyarakat Bengkalis.