Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil melakukan penetasan telur ayam secara mandiri melalui Bimbingan Kemandirian Peternakan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional.
Penetasan telur ayam yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Bengkalis ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemandirian peternakan di lingkungan Lapas. Dengan demikian, Lapas dapat memproduksi sendiri produk peternakan, seperti telur ayam, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan.
Kegiatan penetasan telur ayam ini dilakukan dengan menggunakan metode yang terencana dan terstruktur. Hal ini dilakukan agar telur ayam dapat menetas dengan baik dan menghasilkan bibit ayam yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis juga turut berperan dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Dengan memproduksi telur ayam sendiri, Lapas dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Penetasan telur ayam secara mandiri ini juga menjadi contoh nyata bahwa Lapas Kelas IIA Bengkalis mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia dan sarana prasarana yang ada di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya Lapas dalam memberdayakan warga binaan agar dapat mandiri setelah bebas dari tahanan.
Kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya Lapas dalam memberikan pembinaan yang holistik kepada warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru di dunia peternakan.
Diharapkan, keberhasilan Lapas Kelas IIA Bengkalis dalam melakukan penetasan telur ayam secara mandiri ini dapat menjadi inspirasi bagi Lapas lainnya di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian Lapas dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.