Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau sedang mempercepat pengerjaan perbaikan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 73-83, Kabupaten Pelalawan. Proyek ini difokuskan pada penanganan infrastruktur jalan yang sering kali tergenang banjir saat musim hujan tiba. Peninggian badan jalan dan pemasangan gorong-gorong tambahan dilakukan untuk menghadapi luapan air yang sering memutus akses transportasi di wilayah tersebut.

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur ini masih berlangsung di KM 73 hingga KM 83. Fokus utama adalah peninggian badan jalan dan drainase agar masalah banjir di ruas ini dapat teratasi secara permanen. Yohanis Tulak Todingrara menyatakan, “Saat ini pengerjaan masih berlangsung di KM 73 hingga KM 83. Kami fokus pada peninggian badan jalan dan drainase agar persoalan banjir di ruas ini bisa teratasi secara permanen.”

Pengerjaan perbaikan Jalintim di Pelalawan ini tidak akan segera rampung. Berdasarkan skema penganggaran, proyek ini merupakan proyek tahun jamak yang dijadwalkan akan terus berlangsung hingga tahun 2027 mendatang. BPJN Riau telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Kepolisian Daerah (Polda) Riau, dan Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan terkait dengan pemberlakuan sistem buka-tutup jalan di area konstruksi untuk menjaga keamanan pengguna jalan dan kelancaran alat berat di lapangan.

Menyikapi arus mudik Lebaran yang akan datang, BPJN Riau berkomitmen untuk meminimalkan hambatan bagi masyarakat. Sistem buka-tutup jalan akan dihentikan sementara untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar. Selama masa libur Lebaran, pengerjaan fisik akan dipindahkan ke titik-titik yang tidak berdampak langsung pada badan jalan utama. Yohanis Tulak Todingrara menegaskan, “Menjelang arus mudik, sistem buka-tutup kami hentikan sementara agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.”