Pemerintah kota Jakarta akan menggelar penutupan tahun baru secara virtual untuk mencegah kerumunan massa pada malam pergantian tahun. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan dalam konferensi pers yang dilakukan pada hari ini.

“Kami akan mengadakan acara penutupan tahun baru secara virtual untuk menghindari kerumunan yang dapat meningkatkan risiko penularan virus Covid-19,” kata Anies Baswedan.

Acara penutupan tahun baru virtual ini akan disiarkan melalui platform digital dan televisi nasional pada pukul 23.55 WIB pada tanggal 31 Desember mendatang. Masyarakat diharapkan dapat menikmati acara tersebut dari rumah masing-masing.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk mengikuti acara penutupan tahun baru secara virtual ini agar tetap aman dan sehat,” tambah Anies.

Penutupan tahun baru virtual ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan yang menarik untuk disaksikan. Acara tersebut akan diisi oleh sejumlah artis dan musisi ternama.

“Kami telah menyiapkan berbagai pertunjukan yang menarik untuk menghibur masyarakat Jakarta di malam pergantian tahun,” ujar Anies.

Selain itu, Pemerintah kota Jakarta juga akan memberlakukan larangan untuk menggelar pesta kembang api di malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran dan kerumunan massa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban di malam pergantian tahun,” tutur Anies.

Dengan adanya penutupan tahun baru virtual dan larangan pesta kembang api, diharapkan dapat mengurangi risiko penularan virus Covid-19 dan menjaga keselamatan masyarakat Jakarta.