Umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Ramadan untuk melaksanakan ibadah puasa. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menentukan awal bulan suci ini. Meskipun demikian, ada juga yang mengikuti penentuan dari organisasi Islam internasional seperti Saudi Arabia.

Di Indonesia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan bahwa awal Ramadan jatuh pada Selasa, 13 April 2021. Keputusan ini diambil setelah melalui proses sidang isbat yang melibatkan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Setelah melalui proses sidang isbat yang cukup alot, alhamdulillah diputuskan bahwa 1 Ramadan 1442 H jatuh pada Selasa, 13 April 2021,” ujar Menteri Yaqut dalam konferensi persnya.

Penentuan awal Ramadan ini juga dipengaruhi oleh hasil rukyatul hilal atau penampakan bulan sabit yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Meskipun demikian, metode ini masih menuai pro dan kontra di kalangan umat Islam Indonesia.

Sebagian umat Islam di Indonesia tetap memilih untuk mengikuti penentuan dari Saudi Arabia sebagai negara yang memiliki otoritas dalam menentukan awal bulan Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

“PBNU mengikuti hasil rukyatul hilal dari negara saudi karena kita tidak perlu lagi mengadu domba antara MUI, BMKG, dan Kementerian Agama,” ujar Said Aqil Siradj.

Meskipun demikian, penting bagi umat Islam untuk tetap bersatu dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan tanpa terpecah belah oleh perbedaan pendapat dalam menentukan awal bulan suci ini. Semoga bulan Ramadan kali ini membawa berkah dan keberkahan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.