Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Oxford menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung seseorang. Studi yang melibatkan ribuan partisipan ini menemukan bahwa senyawa yang terkandung dalam cokelat hitam dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Peneliti utama, Dr. Ivan Johnson, menjelaskan bahwa flavonoid dalam cokelat hitam dapat membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dan otak, serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. “Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi cokelat hitam dalam kadar yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi jantung,” ujar Dr. Johnson.
Studi ini dilakukan selama dua tahun terhadap 5000 orang dewasa yang telah memiliki riwayat penyakit jantung. Para partisipan diminta untuk mengonsumsi 30 gram cokelat hitam setiap hari dan hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam fungsi pembuluh darah mereka. “Cokelat hitam mengandung antioksidan yang tinggi, sehingga dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan akibat peradangan,” tambah Dr. Johnson.
Meskipun demikian, Dr. Johnson juga menekankan pentingnya mengonsumsi cokelat hitam dengan kadar kakao minimal 70% dan dalam jumlah yang terbatas. “Meskipun cokelat hitam memiliki manfaat kesehatan, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan masalah kesehatan lainnya,” jelasnya.
Para ahli kesehatan juga menyarankan agar konsumsi cokelat hitam sebaiknya dikombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti olahraga teratur dan pola makan seimbang. “Cokelat hitam bukanlah obat mujarab untuk penyakit jantung, namun dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan jantung,” kata Dr. Sarah Jones, seorang ahli kesehatan jantung yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan pola makan mereka dan memasukkan cokelat hitam ke dalam menu diet sehari-hari. Namun, tetap diingatkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan.