Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 163 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Sumatera pada Selasa (10/2/2026). Lebih dari separuhnya atau sebanyak 104 titik terkonsentrasi di Provinsi Riau. Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru M Ibnu Amiruddin menyampaikan bahwa lonjakan titik panas ini terpantau melalui citra satelit hingga Selasa pagi. Riau secara konsisten masih menjadi wilayah dengan sebaran titik api paling dominan dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

Total titik panas di Sumatera hari itu mencapai 163 titik, dengan Riau menyumbang angka tertinggi sebanyak 104 titik. Distribusi wilayah menunjukkan konsentrasi titik panas di Riau terpusat di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan, yang masing-masing mencatatkan 45 titik. Sedangkan sisanya tersebar di Kabupaten Siak sebanyak 6 titik, Indragiri Hilir 5 titik, dan Kota Dumai 3 titik.

Kondisi ini berbanding cukup kontras dengan provinsi lain di Sumatera. Kepulauan Riau tercatat memiliki 20 titik, diikuti Bangka Belitung (16), Aceh (11), Jambi (5), dan Sumatera Utara (4). Sumatera Barat hanya memiliki 2 titik, sementara Bengkulu hanya 1 titik. Meskipun sebagian wilayah Sumatera masih memasuki periode cuaca basah, munculnya ratusan titik panas tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

M Ibnu Amiruddin menekankan pentingnya kewaspadaan sejak awal tahun, terutama pada kawasan lahan gambut yang rentan terbakar. Ia menambahkan bahwa aktivitas pembukaan lahan serta kondisi cuaca lokal yang fluktuatif dapat memicu munculnya titik panas meski intensitas hujan masih terjadi di beberapa tempat. BMKG akan terus melakukan pemantauan intensif sebagai bagian dari sistem peringatan dini guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.