BMKG Stasiun Pekanbaru menginformasikan adanya lonjakan jumlah titik panas di Provinsi Riau. Pada Senin (9/2/2026), tercatat sebanyak 80 titik panas tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau. Jumlah ini merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah titik panas ini perlu diwaspadai mengingat masuknya fase awal musim kemarau di sebagian besar wilayah. “Total hotspot di Sumatera mencapai 162 titik hari ini, dan Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan 80 titik,” ujarnya.

Kabupaten Pelalawan menjadi daerah yang paling rawan dengan ditemukannya 54 titik panas. Data BMKG juga mencatat sebaran titik panas di Riau, yaitu Pelalawan 54 titik, Indragiri Hilir 10 titik, Siak 6 titik, Dumai 5 titik, Bengkalis 4 titik, dan Rokan Hilir 1 titik.

BMKG memberikan peringatan bahwa konsentrasi titik panas di lahan gambut memiliki risiko tinggi untuk memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat dan pihak berwenang diimbau untuk segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah terjadinya kebakaran.

Ranti menegaskan pentingnya verifikasi lapangan terhadap titik panas sebagai langkah respons yang harus segera dilakukan. “Titik panas tidak selalu berarti kebakaran, namun merupakan indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti dengan patroli dan pengecekan langsung di lokasi,” jelasnya.

Selain Provinsi Riau, sebaran titik panas juga terdeteksi di beberapa provinsi lain di Sumatera, seperti Aceh (30 titik), Kepulauan Riau (30 titik), Sumatera Barat (9 titik), Sumatera Utara (8 titik), Bangka Belitung (4 titik), dan Jambi (1 titik). Hal ini menunjukkan potensi bahaya karhutla yang perlu diwaspadai oleh seluruh pihak.