Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat berakhir ricuh pada hari Senin (12/10) siang. Demonstrasi yang dimulai sejak pagi itu berujung pada bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan yang berusaha membubarkan massa.

Ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan mulai terjadi ketika massa mahasiswa mulai melakukan orasi di depan gedung DPRD. Mereka menuntut agar anggota DPRD lebih responsif terhadap aspirasi rakyat dan tidak hanya bermain politik.

Salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami tidak akan diam jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Kami akan terus melakukan aksi protes hingga suara kami didengar.”

Situasi semakin memanas ketika massa mahasiswa mulai menerobos barikade yang dipasang oleh aparat keamanan. Bentrokan fisik pun tidak dapat dihindarkan, dengan mahasiswa melempari batu dan petugas keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan membubarkan massa mahasiswa. Beberapa mahasiswa ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Rifai, angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Para mahasiswa pun berencana untuk menggelar aksi demonstrasi serupa dalam waktu dekat jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka berjanji akan terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan menuntut perubahan yang lebih baik.