Penemuan Bangkai Gajah Sumatra Menggemparkan Warga Ukui, Pelalawan, Riau

Masyarakat Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau dikejutkan oleh penemuan bangkai gajah sumatra di kawasan hutan konsesi PT RAPP, tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bunga. Penemuan ini menjadi perhatian serius bagi jajaran Polres Pelalawan yang bersama tim gabungan lintas instansi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memulai penyelidikan mendalam.

Kondisi bangkai gajah sumatra yang dilindungi ini sangat mengenaskan ketika ditemukan di areal perusahaan kayu akasia terbesar di daerah tersebut. Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata, mengungkapkan bahwa gajah ditemukan dalam posisi duduk dengan bagian kepala yang sudah terpotong atau hilang, memperkuat dugaan adanya tindakan kriminalitas terhadap satwa liar yang dilindungi.

Yoga menjelaskan, “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini, olah TKP dan pengambilan keterangan terhadap saksi-saksi.” Tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan prosedur nekropsi pada Rabu (4/2/2026) guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Prosedur nekropsi dilakukan bersamaan dengan pengumpulan barang bukti fisik di lapangan oleh Tim Bidlabfor Polda Riau. Langkah medis dan forensik ini dianggap krusial untuk mengidentifikasi adanya racun atau luka tersembunyi lainnya yang memicu kematian gajah.

Yoga menegaskan bahwa kepolisian akan berusaha keras mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan perlindungan satwa, serta melaporkan aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center 110.

Penemuan ini bermula dari kesaksian seorang warga bernama Winarno yang melintasi area tersebut pada Senin (2/2/2026) malam dan menemukan bangkai gajah setelah mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari arah hutan. Winarno langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak keamanan, menunjukkan kesadaran warga terhadap kelestarian satwa liar di daerah mereka.