Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat bahwa luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 29 Januari 2026 hampir mencapai sembilan hektare. Data dari BPBD menunjukkan bahwa total lahan yang terbakar selama periode tersebut mencapai 8,51 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pekanbaru, Iwa Gemino, menyatakan bahwa kebakaran lahan yang diperlakukan bersama aparat gabungan terjadi di sebelas titik yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Payung Sekaki menjadi wilayah dengan luas kebakaran lahan terbesar, yakni mencapai 7,18 hektare yang tersebar di empat lokasi berbeda. Selain di Payung Sekaki, kebakaran lahan juga terjadi di beberapa kecamatan lain seperti Rumbai, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Binawidya.
Hingga akhir Januari, kebakaran lahan mulai terkendali dengan sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Hal ini didukung oleh turunnya hujan dengan intensitas yang bervariasi dalam beberapa hari terakhir. BPBD Kota Pekanbaru bersama aparat gabungan terus melakukan penanganan dan pengawasan di lokasi terdampak.
Menjelang akhir Januari, terjadi kebakaran lahan hingga empat titik dalam satu hari. Iwa menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan di lokasi lahan terbakar dan memastikan proses pendinginan telah dilakukan secara menyeluruh. Proses pemadaman api juga terus dilakukan dengan intensitas yang tinggi.
Terkait dengan penanganan kebakaran lahan, Iwa mengatakan, “Kami tetap melakukan pengawasan di lokasi lahan terbakar dan memastikan proses pendinginan telah dilakukan secara menyeluruh.” Upaya penanganan kebakaran lahan terus dilakukan dengan maksimal untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.