Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa persentase penduduk miskin pada bulan September 2025 mencapai 8,25 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,22 persen poin jika dibandingkan dengan data pada bulan Maret 2025. Selain itu, terjadi penurunan sebesar 0,32 persen poin jika dibandingkan dengan data pada bulan September 2024.
Penurunan persentase penduduk miskin ini merupakan kabar baik yang menjadi indikasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Data yang dirilis oleh BPS ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
Meskipun terjadi penurunan, masih terdapat 8,25 persen penduduk yang berada dalam kondisi miskin. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.
Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, penurunan persentase penduduk miskin ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti program-program pemerintah yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Data yang dirilis oleh BPS ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dan berbagai lembaga terkait dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Meskipun terjadi penurunan, namun tantangan dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia masih cukup besar. Diperlukan kerja keras dan kerja sama dari berbagai pihak untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Suhariyanto juga menegaskan pentingnya peran semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan di Tanah Air. Kerjasama yang baik antara semua pihak diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam upaya mengentaskan kemiskinan.