Pemerintah kota Jakarta memutuskan untuk menutup pusat perbelanjaan mal selama dua minggu ke depan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona. Keputusan ini diambil setelah adanya lonjakan kasus positif Covid-19 di ibu kota.

“Kami akan menutup semua pusat perbelanjaan mulai besok selama dua minggu ke depan untuk mengurangi kerumunan dan potensi penularan virus,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam konferensi pers hari ini.

Pemerintah kota Jakarta meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Langkah penutupan mal dilakukan demi kebaikan bersama dan keselamatan masyarakat.

Keputusan ini mendapat dukungan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menyatakan siap untuk mendukung kebijakan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Kami sebagai pengelola mal siap untuk mendukung keputusan ini demi keselamatan bersama. Kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Ketua Umum APPBI dalam keterangan resminya.

Penutupan mal ini akan berlangsung mulai besok selama dua minggu ke depan. Seluruh tenant dan pengunjung diimbau untuk mematuhi kebijakan ini demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Pemerintah kota Jakarta juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait kebijakan ini. Jika situasi membaik, mal kemungkinan akan segera dibuka kembali.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan siap untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan kondisi terkini,” tambah Anies Baswedan.

Masyarakat diharapkan untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Semua pihak diminta untuk bekerja sama demi mengatasi pandemi ini dengan cepat dan efektif.