Penduduk Desa Maju Jaya, Kecamatan Sejahtera, Kabupaten Bahagia, merasa terancam dengan rencana pembangunan pabrik limbah di wilayah mereka. Menurut Ketua RT setempat, Budi Santoso, pembangunan pabrik limbah tersebut dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan warga sekitar. “Kami sangat khawatir dengan rencana pembangunan pabrik limbah ini. Bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga dapat mengganggu kesehatan kami,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (1/2).

Pabrik limbah tersebut direncanakan akan dibangun oleh PT Sejahtera Bersama, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah industri. Menurut Direktur PT Sejahtera Bersama, Siti Rahayu, pembangunan pabrik limbah ini sudah melalui proses perizinan yang lengkap dan telah memenuhi standar keamanan lingkungan. “Kami telah memperoleh izin resmi dari pemerintah setempat dan telah melakukan studi dampak lingkungan. Kami menjamin bahwa pabrik limbah ini tidak akan membahayakan lingkungan sekitar,” ujar Siti Rahayu.

Namun, warga Desa Maju Jaya tetap bersikeras menolak rencana pembangunan pabrik limbah tersebut. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan merasa keberatan dengan adanya pabrik limbah di wilayah mereka. “Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan protes dan perlawanan terhadap rencana ini,” tegas Budi Santoso.

Menanggapi penolakan warga, Pemerintah Kabupaten Bahagia menyatakan akan melakukan mediasi antara PT Sejahtera Bersama dan warga Desa Maju Jaya. Bupati Bahagia, Siti Aminah, mengatakan bahwa pemerintah akan memastikan bahwa kepentingan warga juga diperhatikan dalam proyek ini. “Kami akan mencari solusi terbaik yang dapat memenuhi kepentingan semua pihak,” ujar Siti Aminah.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait rencana pembangunan pabrik limbah di Desa Maju Jaya. Warga Desa Maju Jaya berharap bahwa pemerintah dapat mempertimbangkan keberatan mereka dan meninjau ulang rencana tersebut. “Kami berharap pemerintah mendengarkan suara kami dan mengambil keputusan yang terbaik untuk lingkungan dan kesehatan kami,” ujar Budi Santoso.