Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Meranti Kembali Normal Setelah Sempat Langka Saat Lebaran
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) telah kembali normal setelah sempat mengalami kelangkaan selama periode Idulfitri 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat menyatakan distribusi gas elpiji kini telah berjalan lancar, meski sebelumnya sempat terhambat akibat libur Lebaran.
Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, mengakui bahwa kelangkaan gas elpiji terjadi pada 29 Maret hingga 2 April 2025. “Memang sempat terjadi kelangkaan beberapa hari jelang hingga puncak Idulfitri. Hal itu terjadi persis tanggal 29 Maret 2025 hingga 2 April 2025. Ini karena nakhoda armada angkut agen pada libur lebaran,” jelas Marwan, Kamis (3/4/2025).
Untuk mengatasi hal ini, Disperindag telah mendorong agen dan pangkalan gas untuk segera mempercepat distribusi. Hingga Rabu (2/4/2025), stok gas elpiji 3 kg di Meranti telah mencapai 2.240 tabung, dengan rincian Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi 1.500 tabung dan Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang 750 tabung.
Meski demikian, Marwan mengakui bahwa distribusi belum merata. Oleh karena itu, pihaknya memastikan tambahan pasokan akan terus dilakukan. “Besok masuk lagi 4.000 tabung. Lusa kembali datang 8.000 tabung agar persediaan kita surplus hingga tidak terjadi kembali kelangkaan yang serupa,” tegasnya.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyatakan bahwa pemantauan pasokan gas elpiji dan BBM terus dilakukan untuk mencegah kelangkaan di masa mendatang. “Yang pasti kita tetap melakukan pemantauan, dan karena sempat mengalami kekurangan kemarin, kita minta buruh di Pelabuhan agar tetap melakukan penjemputan terhadap kekurangan gas Elpiji kita,” ungkap Muzamil.
Ia menegaskan, koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan agen distribusi, terus diperkuat. “Untuk itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama seluruh mitra strategis Pemkab Kepulauan Meranti,” pungkasnya.