Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam aksi demonstrasi. “Kita tidak boleh membiarkan tindakan anarkis merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Presiden dalam keterangan resminya, Senin (3/5).

Dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan gedung DPR, sekelompok orang melakukan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar ban. Polisi yang berjaga di lokasi langsung mengambil tindakan tegas untuk membubarkan massa yang melakukan tindakan tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator dalam aksi demo tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik tindakan anarkis ini,” ujar Kapolda.

Aksi demonstrasi tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah terkait harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Namun, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan akan terus berkomitmen untuk melindungi rakyat dari dampak kenaikan harga.

Menyikapi aksi demonstrasi tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku tindakan anarkis. “Kami tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku bagi pelaku tindakan anarkis,” ujar Tito.

Dalam situasi yang tegang tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang. Polisi juga meminta kerjasama dari masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya potensi tindakan anarkis yang akan dilakukan.