Kebakaran besar terjadi di saluran pipa gas Petronas di Putra Heights, Puchong, Selangor, Malaysia, pada Selasa (1/4/2025). Insiden ini mengakibatkan 145 orang terluka, termasuk tiga anak-anak, sementara 67 korban masih dirawat di rumah sakit. Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyatakan bahwa 41 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 37 lainnya mendapatkan perawatan di klinik umum dan rumah sakit swasta. Sebanyak 28 pasien dirawat di Rumah Sakit Sultan Idris Shah, 22 di Rumah Sakit Cyberjaya, 13 di Putrajaya, dan dua di Rumah Sakit Ampang. “Sebagian besar korban mengalami luka bakar level dua, namun kondisi mereka stabil,” ujar Dzulkefly, dikutip dari Channel News Asia.

Pada awalnya, pihak berwenang melaporkan 112 orang terluka, tetapi jumlah korban kemudian diperbarui menjadi 145 orang. Asisten Direktur Operasional Pemadam Kebakaran Selangor, Ahmad Mukhlis Mukhtar, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi akibat kebocoran pada pipa gas sepanjang 500 meter. Petronas telah menutup katup pipa yang terbakar untuk mencegah dampak lebih lanjut. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pipa tersebut meledak, menyebabkan getaran kuat yang dirasakan warga sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Seorang saksi mata, Raja Hilmy Bin Raja Idris (59), yang rumahnya berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian, menggambarkan situasi yang mencekam. “Apinya benar-benar besar. Kami tahu sesuatu yang buruk telah terjadi,” ujarnya. Sementara itu, Evian Wee (50) awalnya mengira bahwa terjadi tornado atau gempa bumi karena besarnya ledakan. “Saya melihat cahaya merah yang bergerak dan mendengar benda-benda jatuh—kaca, batu, semua pecah. Jendela rumah saya hancur,” katanya.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa pemerintah dan Petronas akan bertanggung jawab penuh dalam proses pemulihan. “Ini akan memakan waktu untuk menentukan penyebabnya. Biarkan penyelidikan menyeluruh dilakukan. Prioritas kami sekarang adalah keselamatan. Sejauh ini, situasi tampak terkendali,” kata Anwar. Ia juga menyebutkan bahwa proses pemulihan diperkirakan akan berlangsung hingga satu tahun.